|
Artikel
Psikologi Anak
« Kembali ke Kategori
Author : Dennis Adrian
Published : 2010/03/15 00:00:30
Category : Psikologi
Sub Category : Psikologi Anak
Comment
| 
Dampak perceraian terhadap anak
Dua model utama telah diajukan untuk menjelaskan bagaimana perceraian mempengaruhi perkembangan anak yaitu model tiadanya ayah dan model faktor ganda.
- Model faktor ganda perceraian (multiple-factor model of divorce) mempertimbangkan kompleksitas konteks perceraian dan menguji sejumlah pengaruh terhadap perkembangan anak, yang meliputi tidak hanya struktur keluarga tetapi juga kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan anak sebelum perceraian, hakekat peristiwa-peristiwa yang mengitari perceraian itu sendiri, tipe pengasuhan anak yang diberikan, pola-pola kunjungan, status sosial ekonomi, dan keberfungsian keluarga setelah perceraian.
Para peneliti menemukan bahwa ketersediaan dan penggunaan sistem-sistem bantuan ( saudara-saudara, teman-teman, pembantu rumah tangga ), relasi positif yang berlangsung terus antara orang tua pengasuh dan mantan pasangan, pengasuhan yang otoritatif, sumber-sumber keuangan dan kompetensi anak pada saat peceraian adalah faktor-faktor yang penting yang menentukan seberapa berhasil remaja menyesuaikan diri dengan perceraian orang tuanya.
- Model tiadanya ayah di dalam model struktur keluarga menyatakan bahwa setiap perbedaan-perbedaan yang terdapat pada anak-anak dari struktur keluarga yang berbeda adalah disebabkan oleh variasi-variasi struktur keluarga, seperti tidak adanya ayah dalam suatu keluarga hanyalah salah satu dari sekian faktor yang mempengaruhi perkembangan dan penyesuaian anak-anak dalam keluarga-keluarga orang tua tunggal. Bahkan bila para peneliti membandingkan perkembangan anak-anak dalam struktur keluarga secara lebih teliti ( seperti bercerai VS janda ), terdapat banyak faktor selain struktur keluarga yang harus di uji untuk menjelaskan perkembangan anak, seperti yang tertera diatas model faktor ganda.
KESIMPULAN : Kebanyakan anak-anak pada mulanya mengalami stress berat ketika orang
Tua mereka bercerai dan mereka beresiko mengembangkan masalah-masalah perilaku. Banyak anak yang berasal dari keluarga bercerai menjadi individu-individu yang berkompeten.
Oleh : Handoko Frastori (Mahasiswa Psikologi UPI YAI Jakarta)
Comment
Belum ada komentar.
Leave Comment Anda harus login untuk dapat memberikan komentar. Jika belum mendaftar, silahkan daftar dahulu disini. 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
|
|