TOTAL MEMBERS:
1.853
TOTAL BLOG ENTRIES:
465
TOTAL FORUM POSTS:
1.751
Keep me logged in
Create Blog

MADU

Navigation: Blog Online » Browse All Blogs » Pengetahuan Umum » MADU

Published on 15 January 2011 07:12 by Comment
Category: Umum » Pengetahuan Umum 182 Views  14634 Words
Print MADU   PDF MADU
  Share

MADU


Kuman Tidak Mampu Melawan Madu

 

Eramuslim - Ini merupakan judul sebuah artikel yang dimuat majalah Dis Lancet Infect edisi

Februari 2003 yang ditulis oleh seorang Dr. Dixon, ia mengatakan, madu sangat kuat

menguasai kuman. Sehingga tidak ada satu kuman pun yang sanggup berhadapan dengan

madu.

Dr Dixon, merupakan seorang dari sekian banyak para ilmuwan yang diberi anugerah oleh

Allah dapat mengkaji manfaat madu. Padahal, khasiat madu sudah diungkapkan oleh Sang

Khalik melalui kitabnya: "Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacammacam

warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.

Sesungguhnya, pada yang demekian itu, benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi

orang-orang yang memikirkannya." (An-Nahl 69-69)

Yang menarik, penderita kencing manis, yang oleh para dokter diminta untuk tidak

mengkonsumsi makanan atau minuman yang manis, termasuk madu. Karena, dianggap bisa

menaikkan kadar gula dalam tubuh. Ternyata, menurut penelitian, anjuran itu tidak berlaku.

Madu, justru mampu menurunkan kadar gula di dalam darah orang yang terkena sakit gula.

Beberapa penemuan membuktikan bahwa di dalam madu terdapat unsur oksidasi yang

menjadi pengurai gula di dalam darah lebih mudah, yang tidak membuat kadar gula semakin

bertambah tinggi. Madu yang kaya dengan vitamin B1, B5 dan G, justru sangat diperlukan

bagi penderita kencing manis. Karena, madu mengandung sekitar 100 unsur berbeda yang

dianggap sangat urgen bagi tubuh manusia, khususnya bagi penderita diabtesi tersebut.

Seorang filsuf dan penulis Yunani, Athenaeus, menyatakan bahwa siapa saja yang rajin

mengonsumsi madu setiap hari akan bebas dari penyakit selama hidupnya. Dia tidak

mengada-ada karena di dalam madu memang termuat rupa-rupa nutrisi yang unik dan

potensial untuk memelihara kesehatan dan kecantikan. Madu memiliki kekuatan

menyembuhkan yang hebat. Berbagai nutrisi yang dikandungnya telah lama dimanfaatkan

untuk mengatasi luka bakar, menambah stamina, menaikkan gairah seksual, bahkan dapat

mencegah kanker. Cairan berwarna keemasan ini pun merupakan perawat keindahan kulit

yang bermutu.

Seorang ilmuwan dari Universitas Illinois di Urbana, Amerika Serikat, menulis dalam Journal of

Apicultural Research bahwa khasiat masing-masing madu bisa saja berbeda, namun semua

jenis madu pasti mengandung antioksidan, seperti vitamin E dan vitamin C, yang sama

kadarnya. Antioksidan tersebut diyakini mampu mencegah terjadinya kanker, penyakit

jantung, dan penyakit lainnya.

Secara lebih rinci Prof. DR. H. Muhilal, pakar gizi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi

Bogor, menguraikan tentang kandungan gizi madu. Asam amino, karbohidrat, protein,

beberapa jenis vitamin serta mineral adalah zat gizi dalam madu yang mudah diserap sel-sel

tubuh.

Asam amino bebas dalam madu mampu membantu penyembuhan penyakit, juga sebagai

bahan pembentukan neurotransmitter atau senyawa yang berperan dalam mengoptimalkan

fungsi otak. Madu juga mengandung zat antibiotik yang berguna untuk mengalahkan kuman

patogen penyebab penyakit infeksi.

Karbohidrat madu termasuk tipe sederhana. Rata-rata komposisinya adalah 17,1 persen air;

82,4 persen karbohidrat total; 0,5 persen protein, asam amino, vitamin, dan mineral.

Karbohidrat tersebut utamanya terdiri dari 38,5 persen fruktosa dan 31 persen glukosa.

Sisanya, 12,9 persenkarbohidrat yang terbuat dari maltose, sukrosa, dan gula lain. Sebagai

karbohidrat, satu sendok makan madu dapat memasok energi sebanyak 64 kalori.

Berkat kekayaan zat gizinya, tak heran jika madu sejak zaman baheula digunakan sebagai

obat. Bangsa Mesir kuno misalnya sudah memanfaatkan madu untuk mengobati luka bakar

dan luka akibat benda tajam. Dalam penelitian ribuan tahun kemudian ditemukan sifat

antiseptik ringan dan antimikrobial dari madu. Karena dapat menghambat pertumbuhan

bakteri itulah, madu mampu mempercepat penyembuhan luka.

"Sifat antibakteri dari madu membantu mengatasi infeksi pada perlukaan dan aksi

antiinflamasinya dapat mengurangi nyeri serta meningkatkan sirkulasi yang berpengaruh pada

proses penyembuhan," kata Dr. Peter Molan dari University of Waikato, New Zealand, melalui

situs kesehatan. Madu juga merangsang tumbuhnya jaringan baru, sehingga selain

mempercepat penyembuhan juga mengurangi timbulnya parut atau bekas luka pada kulit.

Sebuah studi terbaru menemukan kandungan antioksidan di dalam cairan mujarab tersebut.

Itu artinya madu ampuh untuk menangkal radikal bebas. Kita tahu bahwa radikal bebas

menjadi penyebab terjadinya berbagai penyakit yang sulit dikontrol, salah satunya kanker.

Temuan tersebut mendorong para peneliti untuk mencari tahu lebih jauh tentang zat-zat

antikanker yang dikandung madu. Diharapkan berbagai penelitian terkini akan semakin

mengukuhkan khasiat madu yang sangat potensial untuk menghentikan penyebaran penyakit

ganas.

Reputasi madu untuk mengatasi gangguan pernapasan masih tetap diakui. Terutama untuk

mengusir dahak atau cairan yang menyumbat saluran pernapasan. Masyarakat Yunani dan

Romawi percaya khasiat madu sebagai dekongestan (pelega hidung saat pilek).

Madu juga memiliki sifat sedatif (penenang) yang ringan. Maka itu masyarakat tradisional

sering membubuhkan madu pada segelas susu untuk diminum sebelum tidur. Minuman ini

membuat mereka rileks dan bisa segera tidur nyenyak.

Hampir semua makanan manis akan merangsang otak untuk memproduksi endorfin atau

pembunuh nyeri alami di dalam tubuh. Tak terkecuali rasa manis alami yang dihasilkan madu.

Berkaitan dengan kadar fruktosanya yang tinggi, membuat madu mempunyai efek laksatif

atau pencahar yang ringan.

Efek lain dari madu yang dipercaya sejak lama, yakni sebagai aprodisiak atau pembangkit

gairah seksual. Istilah honeymoon (bulan madu) berasal dari tradisi kuno masyarakat Eropa

Utara, ketika pasangan pengantin baru diharuskan mengonsumsi madu dan mead (minuman

sejenis wine yang dibuat dari fermentasi madu) yang diyakini bersifat aprodisiak tadi.

Madu juga memiliki aktivitas sebagai disinfektan ringan, sehingga mampu menyembuhkan

radang tenggorokan. Cairan manis ini juga bisa meningkatkan produksi saliva atau cairan

ludah yang dapat membantu mengatasi tenggorokan yang kering atau teriritasi.

Para penyanyi opera pun gemar memanfaatkan madu untuk memelihara kondisi tenggorokan

mereka, supaya tetap bisa melantunkan lagu-lagu merdu. Segelas air hangat dicampur lemon

dan madu merupakan ramuan tradisional yang biasa digunakan untuk mengikis radang

tenggorokan.

Jika Anda ingin awet muda, tetap segar dan bugar walau sudah berusia tua, selalu makan

madu secara rutin. Demikian pesan pionir ilmu kedokteran modern sekaligus filsuf Islam, Dr.

Ibnu Sina.

Kaum perempuan di Mesir, Yunani, dan Rusia memang sudah memanfaatkan madu sejak lama

untuk memelihara kecantikan kulit muka agar tetap cantik dan bersih. Juga untuk

menghilangkan noda dan bintik-bintik hitam (hiperpigmentasi), serta mencegah keriput.

Ramuan berupa 100 gram madu dicampur 25 ml alkohol dan 25 ml air bersih bisa dicoba

untuk merawat keindahan kulit Anda.

Rasa madu sangat dipengaruhi oleh jenis bunga yang dikunjungi lebah untuk diambil

nektarnya (bahan pembuat madu). Saat ini bisa dijumpai berbagai madu, seperti madu randu,

madu klengkeng, madu asam, madu mangga, madu apel, madu ceri, madu jeruk, madu peer,

dan banyak lagi.

Apabila bunga yang dihinggapi lebah memiliki zat-zat racun, kemungkinan besar madunya

pun beracun. Lebah yang mengambil nektar dari bunga pohon rhododendron misalnya, bisa

memproduksi madu beracun. Bila dikonsumsi, madu ini bisa menyebabkan kelumpuhan.

Beberapa tanaman, selain rhododendron, mengandung senyawa beracun dalam nektarnya,

antara lain azalea, andromeda, agave, atropa, datura, euphorbia, kalmia, gelsemium, dan

melaleuca. Madu beracun ini biasanya merupakan madu liar.

Saat ini madu sudah banyak diproduksi yang tentunya mengembil jenis-jenis tanaman yang

selain tidak beracun juga bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu keunikan dari madu, meski

memiliki rasa manis, tidak begitu berbahaya dibanding gula.

Meski efeknya ringan dalam menaikkan gula darah dibanding sumber karbohidrat lain, bagi

diabetesi dianjurkan untuk tetap berkonsultasi ke dokter bila mengonsumsinya.

Manis alami madu telah digunakan di Inggris hingga pertengahan abad ke-17, untuk

menambah nikmat rasa makanan dan minuman. Sayang kebiasaan ini kemudian berubah

ketika orang mulai memproduksi gula.

Butiran putih ini dianggap lebih berkelas dan hanya golongan berstatus sosial tinggilah yang

mampu menjangkaunya.

Namun, di akhir abad ke-17 gula semakin meluas pemakaiannya, tak hanya terbatas pada

kalangan atas. Keluarga kerajaan pun kembali pada kebiasaan semula, yakni menyantap roti

yang diolesi madu berkualitas tinggi tentunya. Tak ada salahnya bila kita mencontoh gaya

hidup ala Ratu Inggris, sarapan madu setiap hari.

http://moco.mw.lt/Kesehatan/Kesehatan_04/Kuman%20Tidak%20Mampu%20Melawan%20Madu.txt




Tags: KUMAN/MADU

Blog Menarik Lainnya




Komentar



PsikoMedia © 2008-2012 ® All Rights Reserved