TOTAL MEMBERS:
1.853
TOTAL BLOG ENTRIES:
465
TOTAL FORUM POSTS:
1.751
Keep me logged in
Create Blog

Pola Asuh Ibu yang Bekerja dan Sibling Rivalri

Navigation: Blog Online » Browse All Blogs » Psikologi Anak » Pola Asuh Ibu yang Bekerja dan Sibling Rivalri

Published on 03 April 2011 10:49 by Adi Wibowo Comment
Category: Psikologi » Psikologi Anak 898 Views  7009 Words
Print Pola Asuh Ibu yang Bekerja dan Sibling Rivalri   PDF Pola Asuh Ibu yang Bekerja dan Sibling Rivalri
  Share

Pola Asuh Ibu yang Bekerja dan Sibling Rivalri


Tulisan ini menjelaskan tentang bagaimana pola asuh ibu yang bekerja berpengaruh terhadap perilaku sibling rivalri pada anak-anak mereka terutama anak kandung. Pola asuh adalah suatu proses interaksi orang tua dengan anak, dimana orang tua menjaga buah hai mereka, mengarahkan pada hal-hal tertentu dan bagaimana orang tua menanamkan nilai-nilai yang ada pada masyarakat pada anak-anak mereka.Sibling rivalry adalah  persaingan diantara saudara kandung dimana terjadi kecemburuan diantara mereka. Kehadiran anggota keluarga baru dapat memberikan tekanan pada anak pertama karena merasa terpinggirkan. Pada beberapa fenomena yang penulis temukan, sibling rivalry dapat disebabkan karena factor kesibukan seorang ibu karena meniti karir. Seorang ibu yang harus focus pada pekerjaanya juga dituntut untuk mengasuh anak-anak mereka.

 

Latar Belakang

Keluarga merupakan aktor utama dalam pembentukan kepribadian. Dilingkungan keluarga inilah anak akan tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang diharapkan dan tentunya membanggakan. Sistem keluarga merupakan konteks belajar yang utama bagi perilaku dan perasaan individu dimana ibu merupakan guru utama yang dapat menginterpretasikan dunia dan masyarakat bagi anak-anak. (Friedman, 1998). Orang tua adalah pemegang remot untuk buah hati mereka. Orang tua adalah figur penting yang menemani anak selama masa perkembangannya, terutama seorang ibu. Sudah sewajarnya apabila seorang ibu lebih sering menemani buah hatinya pada usia pra sekolah.

Kehadiran seorang ibu memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak. Seorang ibu yang meniti karir atau bekerja diluar rumah mengakibatkan berkurangnya waktu untuk menemani perkembangan fisik, mental dan psikis anak. Sebenarnya banyak dari ibu yang dapat mengatasi masalah ini dengan lebih banyak berteman dengan anak ketika mereka dirumah ataupun libur kerja. Namun dari kebanyakan ibu yang bekerja sering menimbulkan perilaku sibling rivalri pada anak. Hal ini bias disebabkan karena ibu yang sudah seharian bekerja, fokus bekerja dan terkadang hanya sedikit memberikan sentuhan pada anak apalagi yang lebih tua.

Pembahasan

Pengetahuan seorang ibu sangat penting dalam menghadapi masalah penting pada anak yaitu kehadiran anggota baru (adik)  atau gangguan dari kakaknya. Ibu yang memiliki anak perlu menyediakan banyak waktu dan tenaga untuk   mengorganisasi   kembali   hubungan   dengan   anak-anaknya. Banyak  permasalahan  yang   timbul  oleh  karena  ibu  memberikan  perhatian yang lebih pada anak yang lain, sehingga  akan menimbulkan reaksi sibling rivalri. Sibling rivalri adalah kecemburuan antara  saudara.

Berbagai berita kehadiran seorang adik baik laki-laki maupun perempuan yang baru dapat merupakan ancaman utama bagi seorang anak. Anak yang pertama sering  mengalami   perasaan  kehilangan  atau  merasa   cemburu  “digantikan” oleh bayi yang baru. Beberapa  faktor  yang mengalami respon seorang anak antara lain umur, sikap orang tua, peran ayah, lama waktu berpisah dengan ibu dan bagaimana anak itu dipersiapkan untuk suatu perubahan (Spero, 1993 : Fortier. Dkk, 1991 dalam Bobak. Dkk, 2004)

Sibling rivalri adalah  rasa  iri  yang  muncul  pada   anak,  diakibatkan karena  kehadiran  saudara  kandung yang  awalnya  tidak ada menjadi ada, yang ditunjukkan dengan sikap tidak kooperatif. (Ebrahim, 1998).

Faktor yang mempengaruhi Sibling rivalri (Judarwanto, 2005)

Lingkungan

Agar   hubungan antara anggota keluarga dapat terbina dan terpelihara dengan baik, peranan   orang  tua   sangat  penting  dalam terciptanya suasana yang nyaman bagi anak. Terutama seorang ibu yang dituntut mampu berkomunikasi   dengan anak   didalam   suatu keluarga dengan jalinan hubungan keluarga yang akrab dan harmonis  antara ayah dan ibu, anak serta  anggota  keluarga yang lain sesuai fungsinya masing-masing.

Psikis

Perkembangan emosi seorang anak terus berkembang seiring dengan kematangan dirinya. Apabila hal ini tidak diperhatikan dapat menimbulkan kecemburuan sosial dan sebagainya. Seorang ibu yang terlalu sibuk dengan karirnya akan menimbulkan kurangnya rasa kebersamaan dengan anak. Penting untuk diperhatikan bahwasanya pada usia anak, mereka bagaikan kertas putih yang siap untuk diberikan tetesan tinta pengetahuan

Kemampuan

Melalui proses perkembangan dan pertumbuhan sistem saraf pusat  pada  anak juga akan mempunyai peningkatan ketrampilan. Kemampuan untuk mempergunakan ketrampilan ini menciptakan interaksi dengan lingkungan. Dalam hal ini bagaimana peran seorang ibu yang bekerja. Dia harus mampu membagi waktunya sekedar bermain dengan anak atau menemani anak menemukan hal baru.

Pengetahuan

Pengetahuan ibu tentang  reaksi sibling rivalri. Seorang ibu perlu tahu bagaimana pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Bagaimana kiat-kiat menghindari sibling rivalri dan penanganannya.

 

Dari berbagai faktor diatas dapat kita ketahui betapa peranan orang tua dalam perkembangan anaknya dan mencegah terjadinya perilaku sibling rivalri. Bukan bermaksud melarang seorang ibu untuk mencari nafkah, namun perlu diperhatikan juga bagaimana tugas dan tanggung jawab seorang ibu terhadap buah hati mereka. Karena bagaimanapun juga ibu adalah sosok penting dibalik kekuatan seorang anak dimana dia tumbuh menjadi superhero. Oleh karena itu, pola asuh orang tua sangat berpengaruh pada anak bagaimana anak bersikap dan menemukan jati dirinya. Meskipun tidak disangkal bahwa kerja adalah demi anak, ibu juga perlu mengetahui perkembangan anaknya, paling tidak mampu meluangkan waktu buat buah hati mereka.

Kesimpulan

Sibling rivalri adalah  rasa  iri  yang  muncul  pada   anak,  diakibatkan karena  kehadiran  saudara  kandung yang  awalnya  tidak ada menjadi ada, yang ditunjukkan dengan sikap tidak kooperatif. Faktor yang berpengaruh terhadap perilaku sibling rivalri adalah lingkungan tempat tinggal, psikis, kemampuan dan pengetahuan seorang ibu tentang sibling rivalri. Oleh karena itu, perlu diperhatikan adanya kesempatan untuk dapat selalu menemani anak dalam setiap perkembangannya. Terutama seorang ibu, meskipun dituntut menjadi seorang wanita karir yang cukup sibuk namun tetap mengutamakan pertumbuhan psikis, mental dan semua hal yang menyangkut perkembangan buah hati mereka.

 

Referensi

Sukadji, S & Badingah, S. 1994. Pola Asuh, Perilaku Agresif Orang Tua, dan Kegemaran Menonton Film Kekerasan sebagai Prediktor Perilaku Agresif. Jurnal Psikologi, 1, 21-29

Yuliati. 2007. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Sibling Rivalry Pada Usia Anak Pra Sekolah Di TK Mranggen 1 Srumbun Magelang. Skripsi Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhamadiyah Semarang

 

 

 



Blog Menarik Lainnya




Komentar



PsikoMedia © 2008-2012 ® All Rights Reserved