Navigation: Blog Online » Browse All Blogs
» Psikologi Anak
» Pola Asuh Ibu yang Bekerja dan Sibling Rivalri
Pola Asuh Ibu yang Bekerja dan Sibling Rivalri
Tulisan ini menjelaskan tentang bagaimana pola asuh ibu yang bekerja berpengaruh terhadap perilaku sibling rivalri pada anak-anak mereka terutama anak kandung. Pola asuh adalah suatu proses interaksi orang tua dengan anak, dimana orang tua menjaga buah hai mereka, mengarahkan pada hal-hal tertentu dan bagaimana orang tua menanamkan nilai-nilai yang ada pada masyarakat pada anak-anak mereka.Sibling rivalry adalah persaingan diantara saudara kandung dimana terjadi kecemburuan diantara mereka. Kehadiran anggota keluarga baru dapat memberikan tekanan pada anak pertama karena merasa terpinggirkan. Pada beberapa fenomena yang penulis temukan, sibling rivalry dapat disebabkan karena factor kesibukan seorang ibu karena meniti karir. Seorang ibu yang harus focus pada pekerjaanya juga dituntut untuk mengasuh anak-anak mereka.
Latar Belakang
Keluarga merupakan aktor utama dalam pembentukan kepribadian. Dilingkungan keluarga inilah anak akan tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang diharapkan dan tentunya membanggakan. Sistem keluarga merupakan konteks belajar yang utama bagi perilaku dan perasaan individu dimana ibu merupakan guru utama yang dapat menginterpretasikan dunia dan masyarakat bagi anak-anak. (Friedman, 1998). Orang tua adalah pemegang remot untuk buah hati mereka. Orang tua adalah figur penting yang menemani anak selama masa perkembangannya, terutama seorang ibu. Sudah sewajarnya apabila seorang ibu lebih sering menemani buah hatinya pada usia pra sekolah.
Kehadiran seorang ibu memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak. Seorang ibu yang meniti karir atau bekerja diluar rumah mengakibatkan berkurangnya waktu untuk menemani perkembangan fisik, mental dan psikis anak. Sebenarnya banyak dari ibu yang dapat mengatasi masalah ini dengan lebih banyak berteman dengan anak ketika mereka dirumah ataupun libur kerja. Namun dari kebanyakan ibu yang bekerja sering menimbulkan perilaku sibling rivalri pada anak. Hal ini bias disebabkan karena ibu yang sudah seharian bekerja, fokus bekerja dan terkadang hanya sedikit memberikan sentuhan pada anak apalagi yang lebih tua.
Pembahasan
Pengetahuan seorang ibu sangat penting dalam menghadapi masalah penting pada anak yaitu kehadiran anggota baru (adik) atau gangguan dari kakaknya. Ibu yang memiliki anak perlu menyediakan banyak waktu dan tenaga untuk mengorganisasi kembali hubungan dengan anak-anaknya. Banyak permasalahan yang timbul oleh karena ibu memberikan perhatian yang lebih pada anak yang lain, sehingga akan menimbulkan reaksi sibling rivalri. Sibling rivalri adalah kecemburuan antara saudara.
Berbagai berita kehadiran seorang adik baik laki-laki maupun perempuan yang baru dapat merupakan ancaman utama bagi seorang anak. Anak yang pertama sering mengalami perasaan kehilangan atau merasa cemburu “digantikan” oleh bayi yang baru. Beberapa faktor yang mengalami respon seorang anak antara lain umur, sikap orang tua, peran ayah, lama waktu berpisah dengan ibu dan bagaimana anak itu dipersiapkan untuk suatu perubahan (Spero, 1993 : Fortier. Dkk, 1991 dalam Bobak. Dkk, 2004)
Sibling rivalri adalah rasa iri yang muncul pada anak, diakibatkan karena kehadiran saudara kandung yang awalnya tidak ada menjadi ada, yang ditunjukkan dengan sikap tidak kooperatif. (Ebrahim, 1998).
Faktor yang mempengaruhi Sibling rivalri (Judarwanto, 2005)
Lingkungan
Agar hubungan antara anggota keluarga dapat terbina dan terpelihara dengan baik, peranan orang tua sangat penting dalam terciptanya suasana yang nyaman bagi anak. Terutama seorang ibu yang dituntut mampu berkomunikasi dengan anak didalam suatu keluarga dengan jalinan hubungan keluarga yang akrab dan harmonis antara ayah dan ibu, anak serta anggota keluarga yang lain sesuai fungsinya masing-masing.
Psikis
Perkembangan emosi seorang anak terus berkembang seiring dengan kematangan dirinya. Apabila hal ini tidak diperhatikan dapat menimbulkan kecemburuan sosial dan sebagainya. Seorang ibu yang terlalu sibuk dengan karirnya akan menimbulkan kurangnya rasa kebersamaan dengan anak. Penting untuk diperhatikan bahwasanya pada usia anak, mereka bagaikan kertas putih yang siap untuk diberikan tetesan tinta pengetahuan
Kemampuan
Melalui proses perkembangan dan pertumbuhan sistem saraf pusat pada anak juga akan mempunyai peningkatan ketrampilan. Kemampuan untuk mempergunakan ketrampilan ini menciptakan interaksi dengan lingkungan. Dalam hal ini bagaimana peran seorang ibu yang bekerja. Dia harus mampu membagi waktunya sekedar bermain dengan anak atau menemani anak menemukan hal baru.
Pengetahuan
Pengetahuan ibu tentang reaksi sibling rivalri. Seorang ibu perlu tahu bagaimana pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Bagaimana kiat-kiat menghindari sibling rivalri dan penanganannya.
Dari berbagai faktor diatas dapat kita ketahui betapa peranan orang tua dalam perkembangan anaknya dan mencegah terjadinya perilaku sibling rivalri. Bukan bermaksud melarang seorang ibu untuk mencari nafkah, namun perlu diperhatikan juga bagaimana tugas dan tanggung jawab seorang ibu terhadap buah hati mereka. Karena bagaimanapun juga ibu adalah sosok penting dibalik kekuatan seorang anak dimana dia tumbuh menjadi superhero. Oleh karena itu, pola asuh orang tua sangat berpengaruh pada anak bagaimana anak bersikap dan menemukan jati dirinya. Meskipun tidak disangkal bahwa kerja adalah demi anak, ibu juga perlu mengetahui perkembangan anaknya, paling tidak mampu meluangkan waktu buat buah hati mereka.
Kesimpulan
Sibling rivalri adalah rasa iri yang muncul pada anak, diakibatkan karena kehadiran saudara kandung yang awalnya tidak ada menjadi ada, yang ditunjukkan dengan sikap tidak kooperatif. Faktor yang berpengaruh terhadap perilaku sibling rivalri adalah lingkungan tempat tinggal, psikis, kemampuan dan pengetahuan seorang ibu tentang sibling rivalri. Oleh karena itu, perlu diperhatikan adanya kesempatan untuk dapat selalu menemani anak dalam setiap perkembangannya. Terutama seorang ibu, meskipun dituntut menjadi seorang wanita karir yang cukup sibuk namun tetap mengutamakan pertumbuhan psikis, mental dan semua hal yang menyangkut perkembangan buah hati mereka.
Referensi
Sukadji, S & Badingah, S. 1994. Pola Asuh, Perilaku Agresif Orang Tua, dan Kegemaran Menonton Film Kekerasan sebagai Prediktor Perilaku Agresif. Jurnal Psikologi, 1, 21-29
Yuliati. 2007. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Sibling Rivalry Pada Usia Anak Pra Sekolah Di TK Mranggen 1 Srumbun Magelang. Skripsi Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhamadiyah Semarang
Blog Menarik Lainnya
|