TOTAL MEMBERS:
1.796
TOTAL BLOG ENTRIES:
465
TOTAL FORUM POSTS:
1.751
Keep me logged in
Create Blog

analisis film menurut teori dan tokoh tokoh psikologi

Navigation: Blog Online » Browse All Blogs » Psikologi Kepribadian » analisis film menurut teori dan tokoh tokoh psikologi

Published on 25 April 2011 22:49 by Erma Edhitya Comment
Category: Psikologi » Psikologi Kepribadian 1013 Views  12537 Words
Print analisis film menurut teori dan tokoh tokoh psikologi   PDF analisis film menurut teori dan tokoh tokoh psikologi
  Share

analisis film menurut teori dan tokoh tokoh psikologi


Forrest Gump

Sinopsis

Forrest adalah seorang anak yang tidak terlalu pintar dan agak idiot. Walaupun keadaannya demikian, Forrest memiliki ibu yang sangat menyayangi dan memperhatikannya. Dari kehadiran ibunya inilah Forrest bisa menjalani kehidupannya dengan cukup mengesankan.

Pada waktu kecil, selain idiot Forrest juga mengalami kesulitan berjalan. Forrest kemudian terpaksa menggunakan penyangga kaki untuk bisa berjalan. Atas kekurangan-kekurangannya inilah Forrest menjadi bahan permainan dan dikucilkan teman-temannya. Namun, ada satu teman kecilnya yang mau berteman dan akhirnya menjadi kawan dekat serta cinta Forrest menjadi dekat dan terikat sebagai sahabat baik. Ia adalah Jenny.

Sejak kecil mereka selalu kemana-mana bersama. Bermain, berbicara, bagaikan wortel dan kacang polong kata mereka. Di saat Forrest hidup dengan kasih sayang yang sangat besar dari ibunya, Jenny harus menderita dengan ayah yang kejam. Hal tersebutlah yang membuat masa depan Jenny suram kelak.

Meski idiot, Forrest mampu menjalani kehidupannya dengan baik, sekali lagi karena dukungan besar dari ibu Forrest. Forrest bisa kuliah dan lulus. Setelah itu, secara kebetulan Forrest mengikuti wajib militer dan harus berperang di Vietnam untuk Amerika. Dalam wajib militer inilah Forrest bertemu dengan Buba yang menjadi kawan dekatnya selama perang. Bubba telah lama bermimpi untuk menjadi seorang kapten kapal udang. Topik tersebut tidak henti-hentinya menjadi pembicaraan Bubba pada Forrest selama masa perang. Bubba berharap bisa mewujudkan mimpinya sepulang perang dan mengajak Forrest turut serta.

Di Vietnam pula, Forrest bertemu dengan pimpinan Pletonnya Letnan Dan. Seorang pemimpin serabutan namun sangat loyal pada anak buahnya. Kelak pula, Forrest akan memiliki hubungan dekat dengan Letnan Dan.

Dalam satu waktu, tiba-tiba pasukan Forrest berhadapan dengan pasukan musuh. Di sanalah pasukan ini harus kocar-kacir karena serangan mendadak. Banyak anggota pasukan yang terluka dan mati. Termasuk kawan dekat Forrest Bubba. Di tengah gempuran pertempuran, Forrest berusaha menyelematkan seluruh anggota pasukan dengan menggotong mereka keluar dari medan perang. Saat harus mengangkat Letnan Dan yang terluka dan menolak untuk diselamatkan sebuah bom menyerang Forrest dan Letnan Dan. Forrest dan Letnan Dan bisa hidup, namun Letnan Dan harus kehilangan dua kakinya. Ini kemudian menjadi kekecewaan bagi Letnan Dan. Ia menganggap dirinya gagal untuk mati secara terhormat malah harus hidup sebagai orang cacat.

Setelah perang, Forrest kembali ke Amerika. Bertemu dengan presiden dan menerima medali penghargaan. Kehidupannya berjalan dengan berbagai gemerlap alur. Mulai menjadi pemain ping-pong profesional, kemampuan yang dipelajari saat masih di Vietnam. Membeli kapal penangkap Udang sesuai dengan janjinya pada Bubba. Berkali-kali diwawancarai televisi. Saat itu pula Forrest bertemu kembali dengan Jenny.

Juga setelah perang, saat Forrest menerima banyak penghargaan, hidup Letnan Dan hancur. Ia hanya menjadi orang cacat yang disantuni pemerintah. Satu saat ketika Letnan Dan bertemu Forrest, sekali lagi ia menyalahkan Forrest dan kecewa atas kecacatan yang dialaminya. Namun tetap, mereka berbicara banyak hal. Termasuk keinginan Forrest untuk memiliki kapal penangkap udang.

Setelah beberapa waktu, Forrest diberhentikan dari ketentaraan. Ia pun berhenti bermain ping-pong lalu mewujudkan janjinya pada Bubba membeli kapal penangkap udang. Ternyata, tidak lama, Letnan Dan bergabung untuk bersama-sama menjadi penangkap udang. Tentunya pada awalnya tidak ada hasil yang bisa mereka dapat. Namun setelah beberapa lama usaha mereka berbuah hasil. Letnan Dan dan Forrest menjadi miliuner atas bisnis penangkapan udangnya. Forrest kemudian menepati janjinya pada Bubba untuk membagi hasil usahanya 50:50 melalui keluarga Bubba. Forrest juga menyumbang ke berbagai tempat. Petikan yang mengesankan dari ini adalah: “My mom said man only need few rich, the remain is only for show up”. Manusia hanya butuh sedikit kekayaan, sebab sisanya hanyalah digunakan untuk pamer.

Dalam kesuksesannya itu, Forrest dikabari jika ibunya sakit. Forrest pun langsung kembali ke rumahnya di Alabama. Sebuah dialog terakhir yang sangat berkesan terjadi anatara ibu dan Forrest. Ibu Forrest sekarat karena kanker. “Dead is part of life”. Kematian adalah bagian dari kehidupan. Setiap orang akan memiliki takdirnya masing-masing. Tidak lama setelah itu, ibu Forrest pun meninggal. Itu menjadi suatu pukulan besar bagi Forrest.

Di tengah kesedihan itu, tanpa alasan yang jelas, pada suatu hari Forrest memutuskan utnuk berlari. Pada awalnya ia hanya ingin berlari samapai ujung jalan. Namun kemudian sampai ujung kota. Lalu sampai ujung negara bagian. Akhirnya ia pun berlari hingga ujung daratan. Ia hanya berhenti untuk makan dan tidur. Sesampai di ujung daratan ia kembali berbalik arah berlari ke ujung daratan yang lain. Saat sampai ujung daratan yang lain, Forrest kembali berbalik arah. Selama 3 tahun lebih Forrest berlari. Meski awalnya ia tidak tahu alasannya, pada akhirnya ia menyadari satu alasan. “Man have to forget his past to begin his future”. Ia ingin melepaskan diri dari masa lalu yang pedih.

Setelah ia berlari panjang, Forrest menerima surat dari Jenny untuk bisa menemuinya. Forrest pun menemui Jenny. Ternyata Forrest telah memiliki anak yang juga bernama Forrest. Jenny telah berubah meninggalkan kekelaman masa lalunya. Pada akhirnya, disini Jenny bersedia menikah dengan Forrest.

Pada pesta pernikahannya, Letnan Dan hadir dengan kondisi yang telah berubah. Ia telah menyesali apa yang telah dilakukannya di masa lalu dan berterima kasih pada Forresrt karena ia bisa hidup hingga saat itu.

Pernikahan Forrest dan Jenny ternyata hanyalah sebuah kesedihan tetapi Forrest sangatlah mencintai Jenny. Tidak ada wanita lain yang lebih dicintainya selain ibunya dan Jenny. Tapi tidak lama setelah pernikahan, Jenny pun meninggal karenan penyakit yang dideritanya. Masa-masa setelah kematian Jenny adalah masa-masa pedih lain untuk Forrest. Beruntung Forrest sekarang memiliki Forrest kecil. Cerita pun berakhir ketika seakan-akan sebuah flash back berlangsung saat Forrest mengantarkan Forrest kecil berang sekolah menggunakan bus sekolah. Persis seperti saat dulu ia diantar oleh ibunya menunggu bus sekolah di tempat yang sama.

 

Analisis:

  1. 1.      Perkembangan Abnormal menurut Alfred Adler.

Fartor eksternal dalam salah suai yaitu cacat fisik yang buruk.

“Pada waktu kecil, selain idiot Forrest juga mengalami kesulitan berjalan. Forrest kemudian terpaksa menggunakan penyangga kaki untuk bisa berjalan. Atas kekurangan-kekurangannya inilah Forrest menjadi bahan permainan dan dikucilkan teman-temannya”.

 

  1. Kriteria nilai-nilai kemanusiaan menurut Alfred Adler. Interes sosial yang ditunjukan oleh ibu Forrest dimana orang yang sehat peduli terhadap orang lain. Hidup menjadi berharga hanya dari sumbangan pribadi terhadap kehidupan orang lain dan sumbangan pribadi ke generasi yang akan datang.

“Forrest memiliki ibu yang sangat menyayangi dan memperhatikannya. Dari kehadiran ibunya inilah Forrest bisa menjalani kehidupannya dengan cukup mengesankan”.

 

  1. 3.      Kebutuhan kebebasan dan Keterikatan

Keberakaran (rootedness) menurut Erich Fromm adalah kebutuhan untuk memiliki ikatan yang membuat merasa nyaman dan betah di dunia sehingga tidak merasa asing. Ditunjukan saat:

“ada satu teman kecilnya yang mau berteman dan akhirnya menjadi kawan dekat serta cinta Forrest dan menjadi dekat dan terikat sebagai sahabat baik. Ia adalah Jenny”.

 

  1. 4.      Perkembangan kepribadian menurut Erik H. Erikson.

Adolesen (12-20tahun) dimana aspek psokoseksual: pubertas, krisis psikososial: identitas dan kekacauan identitas, virtue: kesetiaan. Yang ditunjukan oleh Forrest dan Jenny.

“Sejak kecil mereka selalu kemana-mana bersama. Bermain, berbicara, bagaikan wortel dan kacang polong kata mereka”.

 

  1. 5.      Perjuangan menjadi sukses atau superiorita menurut Alfred Adler.

Mengatasi inferioritas dan menjadi superiorita dengan dorongan maju. Berjuang menjadi superiorita berarti terus menerus berusaha menjadi lebih baik menjadi semakin dekat dengan tujuan final yang telah ditujukan oleh Forrest.

“Meski idiot, Forrest mampu menjalani kehidupannya dengan baik, sekali lagi karena dukungan besar dari ibu Forrest. Forrest bisa kuliah dan lulus”.

 

  1. Mimpi menurut Alfred Adler adalah usaha dari ketidak sadaranuntuk menciptakan suasana hati atau keadaan emosional sesudah bangun, yang memaksa si pemimpi melakukan kegiatan yang semula tidak dikerjakan.

“Bubba telah lama bermimpi untuk menjadi seorang kapten kapal udang. Topik tersebut tidak henti-hentinya menjadi pembicaraan Bubba pada Forrest selama masa perang. Bubba berharap bisa mewujudkan mimpinya sepulang perang dan mengajak Forrest turut serta”.

 

  1. Inferiorita menurut Alfred Adler berarti perasaan lemah dan tidak berdaya dan tidak terampil dalam menghadapi tugas yang harus diselesaikan.

“Ini kemudian menjadi kekecewaan bagi Letnan Dan. Ia menganggap dirinya gagal untuk mati secara terhormat malah harus hidup sebagai orang cacat”.

 

  1. 8.      Mengatasi inferioritas dan menjadi superiorita dengan dorongan maju menurut Alfred Adler.

“setelah perang, saat Forrest menerima banyak penghargaan, hidup Letnan Dan hancur. Ia hanya menjadi orang cacat yang disantuni pemerintah. Satu saat ketika Letnan Dan bertemu Forrest, sekali lagi ia menyalahkan Forrest dan kecewa atas kecacatan yang dialaminya. Namun tetap, mereka berbicara banyak hal. Termasuk keinginan Forrest untuk memiliki kapal penangkap udang”.

 

  1. Minat Sosial (sosial interest) menurut Alfred Adler. Interes sosial adalah sikap keterikatan diri dengan kemanusiaan secara umum, serta empati kepada setiap anggota orang perorang. Interes sosial yang membuat orang mampu berjuang mengejar superiorita dengan cara yang sehat dan tidak tersesat ke salah suai. Ditunjukan saat:

“Letnan Dan bergabung untuk bersama-sama menjadi penangkap udang. Tentunya pada awalnya tidak ada hasil yang bisa mereka dapat. Namun setelah beberapa lama usaha mereka berbuah hasil. Letnan Dan dan Forrest menjadi miliuner atas bisnis penangkapan udangnya. Forrest kemudian menepati janjinya pada Bubba untuk membagi hasil usahanya 50:50 melalui keluarga Bubba. Forrest juga menyumbang ke berbagai tempat”.

 

10.  Kondisi eksistensi manusia menurut Erich Fromm.

Hidup dan Mati kesadaran diri dan fikiran manusia telah mengetahui bahwa dia akan mati, tetapi manusia mengingkarinya dengan meyakini adanya kehidupan sesudah mati. Kehidupan akan berakhir dengan kematian.

“sebuah dialog terakhir yang sangat berkesan terjadi anatara ibu dan Forrest. Ibu Forrest sekarat karena kanker. “Dead is part of life”. Kematian adalah bagian dari kehidupan. Setiap orang akan memiliki takdirnya masing-masing. Tidak lama setelah itu, ibu Forrest pun meninggal”.

 

11.  Kerangka kesetiaan (frame of devotion) menurut Erich Fromm.

Kerangka pengabdian adalah peta yang mengarahkan pencarian makna hidup, menjadi dasar dari nilai-nilai dan titik puncak dari semua perjuangan. Ditunjuukan saat:

“Pernikahan Forrest dan Jenny ternyata hanyalah sebuah kesedihan tetapi Forrest sangatlah mencintai Jenny. Tidak ada wanita lain yang lebih dicintainya selain ibunya dan Jenny”.

 

 



Blog Menarik Lainnya




Komentar



PsikoMedia © 2008-2012 ® All Rights Reserved