It is currently Tue Sep 07, 2010 7:22 am

All times are UTC + 7 hours




 Page 1 of 1 [ 3 posts ] 
Author Message
 Post subject: Pendidikan Seks, Orangtua Berperan sebagai Jembatan
PostPosted: Sat Feb 14, 2009 2:37 pm 
Global Moderator

Joined: Mon Jan 26, 2009 1:30 am
Posts: 4
Reputation point: 0
ORANGTUA berperan penting menjadi jembatan antara anak dengan pengetahuan tentang seksualitas (seks). Dengan berperan seperti seorang teman, anak merasa aman untuk bertanya dan menceritakan segala hal, termasuk tentang seks.
ADVERTISEMENT

Demikian poin penting yang disampaikan oleh dokter Iwan Setiawan, konsultan seks remaja, dalam unjuk bincang mengenai Kiat Berbiaca Seks dengan Anak Kita di Kompas Gramedia Edu and Book Fair 2009 di Java Mall, Kota Semarang, Jumat (13/2).

Iwan mengakui pengetahuan tentang seksualitas cenderung riskan, karena dapat mengakibatkan dampak negatif, namun juga positif. Meski bisa berbahaya, dampak itu dapat diminimalkan jika anak mengetahui apa yang benar dari orangtuanya, katanya.

Menurut Iwan, orangtua hendaknya tidak berlaku seolah-olah mengerti segala hal. Anak, terutama saat usia remaja, akan lebih terbuka ketika orangtua berperan seperti seorang teman ketimbang pihak yang menggurui anak.

Saat menjelaskan tentang seks, orangtua bahkan dapat menanamkan nilai-nilai moral pada anak. "Dengan demikian, kontrol diri anak akan terbentuk dengan sendirinya," ujar Iwan.

Pendidikan seks untuk anak tidak terbatas pada pengenalan akan hubungan seksual. Pendidikan seks untuk anak balita, berbeda dengan anak usia SD, SMP, maupun SMA. Masing-masing tingkatan memiliki karakteristik serta batas pemahaman yang berbeda-beda.

Untuk anak usia balita misalnya, belum saatnya orangtua mengenalkan nama dan fungsi dari organ reproduksi, tetapi cukup mengenalkan perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan. Beranjak usia SD, anak mulai dikenalkan soal alat reproduksi namun tidak secara mendetail. Anak perempuan dijelaskan soal menstruasi, sedangkan anak laki-laki soal mimpi basah.

Orangtua juga tidak perlu kahwatir ketika anak yang menginjak usia remaja mulai berpacaran. Sepanjang orangtua dapat menanamkan pengertian perihal berpacaran yang sehat, anak tidak akan terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif.

Gaya pacaran anak-anak sekarang sudah lebih canggih. Lingkungan semacam itu dapat menjadi polutan bagi anak. Namun, kembali lagi, jika orangtua mampu menjadi jembatan, dan anak dapat terbuka, anak akan mengerti dengan sendirinya, ujar Iwan.

Salah satu orangtua, Ismari (50) yang memiliki anak tunggal berusia 17 tahun mengungkapkan belum pernah memberi pendidikan seks secara khusus pada anaknya. Meski mengaku kahwatir, Ismari awalnya tidak tahu bagaimana menjelaskan soal seks pada anaknya.

"Awalnya sulit mengajak anak saya untuk terbuka, tetapi belakangan dia bisa lebih terbuka mengenai teman perempuan yang dia suka," kata Ismari.

Kompas - Sabtu, Februari 14


Offline
 Profile E-mail  
 
 Post subject: Re: Pendidikan Seks, Orangtua Berperan sebagai Jembatan
PostPosted: Sun May 31, 2009 12:07 pm 
Newbie
User avatar

Joined: Wed Mar 25, 2009 10:44 am
Posts: 20
Reputation point: 1
Nice Author
Jaman sekrang emang pelajaran dan pengetahuan seks harus di beritahu sejak kecil. Bukan praktek loh yahhh :beer:


Offline
 Profile E-mail  
 
 Post subject: Re: Pendidikan Seks, Orangtua Berperan sebagai Jembatan
PostPosted: Sat Sep 19, 2009 11:27 am 
Newbie

Joined: Sat Sep 19, 2009 11:05 am
Posts: 3
Reputation point: 0
Usul; selain penataran P4 ; Sangat perlu tuh Penataran SEX Education.


Offline
 Profile E-mail  
 
Display posts from previous:  Sort by  
 Page 1 of 1 [ 3 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 4 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  

cron